Organisme pengganggu tumbuhan atau dalam bahasa yang lebih
sederhana disebut sebagai penggabungan antara hama, penyakit, dan
gulma. Keberadaan OPT akan selalu ada selama masih ada kegiatan budidaya
tanaman. Menjadi salah satu faktor
penentu keberhasilan suatu budidaya tanaman merupakan faktor straregis,
sehingga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah maupun kalangan
akademisi. Keamanan produk pangan menjadi
penting bagi keberlangsungan sebuah negara, sehingga wajar apabila
faktor-faktor pengganggu stabilitas pangan menjadi fokus perhatian pemerintah.
Dalam artikel ini penulis akan coba visualisasikan secara sederhana potret penyebaran OPT di Kecamatan Taman
Kabupaten Pemalang. Kecamatan Taman adalah
sebuah kecamatan di kabupaten Pemalang, kecamatan yang terletak di pesisir
pantura. Mempunyai batas sebelah utara adalah Laut Jawa, batas sebelah selatan
Hutan Jati KPH Pekalongan Barat, untuk batas sebelah Barat merupakan wilayah
Kecamatan Pemalang dan Kecamatan Petarukan sebagai batas wilayah sebelah Timur.
Luas wilayah pertanian Kecamatan Taman
sejumlah 3.607,713 ha,
yang terbagi menjadi 21 Desa administratif, (sumber : data
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 2016 ).
Organisme
pengganggu tumbuhan yang menyerang pada musim tanam Oktober-Maret 16/17
cenderung beragam. Faktor curah hujan yang tinggi mengakibatkan berbagai hama
dan penyakit muncul, berbeda dengan musim kemarau hama dan penyakit cenderung
lebih sedikit.
11 Tikus (Rattus argentiventer)
Intensitas dan luasan serangan tikus pada periode ini
mengalami kenaikan cukup signifikan, pola perilaku sifat egois petani yang
tinggi menjadikan hama mudah berkembang dan sulit ditekan perkembangannya. Pada
musim tanam periode OkMar 2016/2017 tedapat serangan dengan intensitas yang
beragam.
Grafik 01. Luas dan intensitas serangan Ttikus
OkMar 2016/2017
12 Penggerek Batang (Scirpopaga
incertulas)
Merupakan
hama penting yang harus diwaspadai kedatangannya, menyerang di segala fase
pertumbuhan padi. Gejala sundep terjadi
pada fase vegetatif sedangkan gejala beluk muncul pada fase generatif.
Keadaan ini terjadi dibeberapa desa kecamatan Taman.
Grafik 01. Luas dan intensitas serangan
Penggerek Batang Padi
Periode
OkMar 2016/2017
13 Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens)
Hama penting dalam budidaya padi, merupakan hama utama
di karsidenan Pekalongan dan Indonesia pada umumnya. Tipe serangan yang
sporadis menjadikan momok tersendiri bagi petani.
Grafik 01. Luas dan intensitas serangan Wereng
Batang Coklat
periode OkMar 2016/2017
14 Kresek (Xanthomonas oryzae)
Faktor cuaca menjadi salah satu penentu meluasnya
serangan penyakit ini, Curah hujan yang tinggi memberikan suplai nitrogen berlebih.
Xanthomonas oryzae memberikan efek
menurunnya kawalitas gabah.
Grafik 01. Luas dan intensitas serangan Kresek
periode OkMar 2016/2017
Keberadaan organisme pengganggu tumbuhan akan selalu
ada, secara jumlah/ populasi OPT menjadi penting dalam pengambilan keputusan
pengendalian. Penyebaran dan keberagaman dipengaruhi oleh faktor internal dan
eksternal. Pola budidaya petani yang benar (good agriculture practice) berperan
besar dalam menekan angka luas serangan dan intensitas serangan OPT. Hama, Patogen, Gulma merupakan mahluk Allah, mereka
diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, namun mereka juga mempunyai hak
untuk hidup, maka bijaksanalah dalam menyikapinya. (Nurcahyo POPT Kec. Taman)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar