Minggu, 09 April 2017

Potret Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Kecamatan Taman

Organisme pengganggu tumbuhan atau dalam bahasa yang lebih sederhana  disebut sebagai  penggabungan antara hama, penyakit, dan gulma. Keberadaan OPT akan selalu ada selama masih ada kegiatan budidaya tanaman. Menjadi  salah satu faktor penentu keberhasilan suatu budidaya tanaman merupakan faktor straregis, sehingga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah maupun kalangan akademisi.  Keamanan produk pangan menjadi penting bagi keberlangsungan sebuah negara, sehingga wajar apabila faktor-faktor pengganggu stabilitas pangan menjadi fokus perhatian pemerintah.

Dalam artikel ini penulis akan coba visualisasikan secara sederhana  potret penyebaran OPT di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang.  Kecamatan Taman adalah sebuah kecamatan di kabupaten Pemalang, kecamatan yang terletak di pesisir pantura. Mempunyai batas sebelah utara adalah Laut Jawa, batas sebelah selatan Hutan Jati KPH Pekalongan Barat, untuk batas sebelah Barat merupakan wilayah Kecamatan Pemalang dan Kecamatan Petarukan sebagai batas wilayah sebelah Timur. Luas wilayah pertanian Kecamatan Taman  sejumlah 3.607,713 ha, yang terbagi menjadi 21 Desa administratif, (sumber : data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 2016 ).

Organisme pengganggu tumbuhan yang menyerang pada musim tanam Oktober-Maret 16/17 cenderung beragam. Faktor curah hujan yang tinggi mengakibatkan berbagai hama dan penyakit muncul, berbeda dengan musim kemarau hama dan penyakit cenderung lebih sedikit.

11      Tikus (Rattus argentiventer)
Intensitas dan luasan serangan tikus pada periode ini mengalami kenaikan cukup signifikan, pola perilaku sifat egois petani yang tinggi menjadikan hama mudah berkembang dan sulit ditekan perkembangannya. Pada musim tanam periode OkMar 2016/2017 tedapat serangan dengan intensitas yang beragam.
Grafik 01. Luas dan intensitas serangan Ttikus OkMar 2016/2017

12       Penggerek Batang  (Scirpopaga incertulas)

Merupakan hama penting yang harus diwaspadai kedatangannya, menyerang di segala fase pertumbuhan padi. Gejala sundep terjadi  pada fase vegetatif sedangkan gejala beluk muncul pada fase generatif. Keadaan ini terjadi dibeberapa desa kecamatan Taman. 
Grafik 01. Luas dan intensitas serangan Penggerek Batang Padi
 Periode OkMar 2016/2017

13      Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens)

Hama penting dalam budidaya padi, merupakan hama utama di karsidenan Pekalongan dan Indonesia pada umumnya. Tipe serangan yang sporadis menjadikan momok tersendiri bagi petani.  
Grafik 01. Luas dan intensitas serangan Wereng Batang Coklat
periode OkMar 2016/2017

14      Kresek (Xanthomonas oryzae)

Faktor cuaca menjadi salah satu penentu meluasnya serangan penyakit ini, Curah hujan yang tinggi memberikan suplai nitrogen berlebih.  Xanthomonas oryzae memberikan efek menurunnya kawalitas gabah. 
Grafik 01. Luas dan intensitas serangan Kresek
periode OkMar 2016/2017

Keberadaan organisme pengganggu tumbuhan akan selalu ada, secara jumlah/ populasi OPT menjadi penting dalam pengambilan keputusan pengendalian. Penyebaran dan keberagaman dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Pola budidaya petani yang benar  (good agriculture practice) berperan besar dalam menekan angka luas serangan dan intensitas serangan OPT.  Hama, Patogen, Gulma merupakan mahluk Allah, mereka diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, namun mereka juga mempunyai hak untuk hidup, maka bijaksanalah dalam menyikapinya. (Nurcahyo POPT Kec. Taman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Potret Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Kecamatan Taman

Organisme pengganggu tumbuhan atau dalam bahasa yang lebih sederhana  disebut sebagai  penggabungan antara hama, penyakit, dan gulma. Keb...